Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan akhir pekan ini, Jumat (28/11/2025), di zona hijau. IHSG naik tipis 0,11 persen ke level 8.555,66, setelah pada hari sebelumnya ditutup melemah disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp884 miliar.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi IHSG berpotensi rebound. Sentimen penguatan terutama datang dari bursa saham global yang menguat, didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Desember. Bursa saham Wall Street dan Asia menunjukkan penguatan. Fanny memperkirakan IHSG bergerak di rentang support 8.480-8.520 dan resistance 8.570-8.600.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kabar kandidat kuat Ketua The Fed berikutnya. Sementara itu, dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,2 persen. Namun, Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menilai angka tersebut terlalu optimistik, mengingat kondisi domestik belum pulih sepenuhnya, terlihat dari pertumbuhan kredit yang melambat. Dikutip dari RRI.co.id
