Bencana Banjir Sumbar Timbulkan Kerugian Rp6,53 Miliar, Infrastruktur Banyak Rusak

Bencana Banjir Sumbar Timbulkan Kerugian Rp6,53 Miliar, Infrastruktur Banyak Rusak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat mencatat kerugian sementara akibat bencana banjir dan tanah longsor mencapai Rp6,53 miliar. Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Padang Pariaman dengan kerugian sekitar Rp4,89 miliar. Data ini bersifat sementara per 27 November 2025 dan dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) di 13 kabupaten dan kota.

Cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Barat sejak 22 November 2025 memicu berbagai bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan banjir bandang di sejumlah wilayah. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus melakukan pemantauan 24 jam, memperkuat koordinasi, dan memastikan penanganan darurat berjalan sesuai prosedur operasional standar. Sekretaris Daerah Sumbar Arry Yuswandi berharap bencana cepat berlalu dan mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, saling membantu, dan memperbanyak doa.

Dalam upaya percepatan penanganan darurat, Basarnas mengerahkan personel bantuan dari sejumlah kantor SAR di luar daerah melalui jalur laut, karena beberapa jalur darat masih terputus. Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan armada laut dan KN SAR siap siaga untuk mendukung operasi pencarian dan evakuasi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sejak awal kejadian, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menggerakkan seluruh perangkat daerah untuk mempercepat penanganan darurat. Langkah ini termasuk koordinasi dengan pihak terkait, pemantauan lokasi terdampak, dan pengiriman bantuan logistik bagi warga terdampak banjir dan longsor.

Masyarakat diminta mengikuti arahan pemerintah, tetap menjaga keselamatan, dan mendukung upaya evakuasi serta bantuan darurat. Bencana yang melanda Sumbar menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di wilayah rawan hidrometeorologi. Dikutip dari RRI.co.id