Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat dalam pembukaan perdagangan Rabu (26/11/2025), naik 0,14 persen ke level 8.533,88. Pada perdagangan Selasa, IHSG ditutup turun 0,56 persen ke 8.521,89 setelah kenaikan signifikan sehari sebelumnya.
Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa pelemahan kemarin dipengaruhi proses rebalancing indeks MSCI dan wajar terjadi. Ia menambahkan, efek rebalancing cenderung bersifat jangka pendek, dan IHSG akan membutuhkan sentimen positif lanjutan untuk melanjutkan penguatan.
“Sepanjang November, IHSG menjadi salah satu indeks saham dengan kinerja terbaik dibanding indeks global lainnya,” kata Rully. Faktor positif yang dinantikan pasar ke depan adalah potensi pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia, meski BI saat ini lebih fokus menjaga stabilitas jangka pendek akibat volatilitas rupiah.
Tim analis Mirae Asset Sekuritas menilai kombinasi harga, volume, dan indikator menunjukkan IHSG masih berada dalam tren naik. Namun, IHSG berpotensi berbalik melemah jika menembus level kritis 8.408. dikutip dari RRI.co.id
