Jakarta – Capaian penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2025 mencatat rekor baru. Untuk pertama kalinya sejak program KUR bergulir, porsi penyaluran ke sektor produksi menembus dan melampaui target pemerintah.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyebutkan bahwa per 15 November 2025, porsi KUR untuk sektor produksi mencapai 60,7%, dan optimistis bisa menembus 61% pada akhir Desember 2025.
“Capaian ini merupakan hasil kerja sama Kementerian UMKM dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengawasan DPR,” ujar Maman dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI, Senin (17/11/2025).
Hingga 15 November, total penyaluran KUR tercatat Rp238,7 triliun, atau 83,2% dari target Rp286 triliun. Jumlah debitur mencapai 4,47 juta, dengan 2,25 juta di antaranya merupakan debitur baru, setara 96,38% dari target.
Selain itu, penyaluran KUR mencatat 1,32 juta debitur graduasi, atau 112% dari target. Debitur graduasi adalah mereka yang naik kelas, dari usaha super mikro ke mikro, mikro ke kecil, atau kecil ke menengah.
Maman menekankan bahwa peningkatan porsi KUR untuk sektor produksi merupakan momentum penting untuk memperkuat struktur ekonomi kerakyatan.
“Dari total penyaluran tahun ini, jumlah debitur sudah lebih dari 4 juta. Ini bukti bahwa akses pembiayaan terus kita buka selebar-lebarnya bagi pelaku UMKM,” ujarnya. Dikutip dari RRI.co.id
