Jakarta – Warga Jakarta mengeluhkan kenaikan tarif air PAM Jaya yang dinilai memberatkan. Banyak pelanggan terkejut karena tagihan air melonjak tinggi tanpa alasan jelas.
Achmad Rahadijat, pensiunan RSCM, mengaku terkejut melihat kenaikan tagihan air rumahnya. Ia menyebut kenaikan terjadi secara bertahap, namun jumlahnya cukup besar. “Awalnya tagihan naik dari 400 ribu menjadi 600 ribu. Pertama saya bingung kok naik pelan-pelan,” ujar Achmad kepada RRI di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Achmad mengira kenaikan tagihan karena penggunaan air di rumah meningkat. Namun, menurutnya, pemakaian air keluarganya tetap normal. “Tidak ada kegiatan yang membuat konsumsi air meningkat. Semua penghuni rumah menggunakan air seperti biasa,” kata dia.
Ia menilai kenaikan tersebut sangat tidak wajar dan berharap pihak terkait memberikan penjelasan kepada pelanggan. “Eh, bulan Oktober suruh bayar 1,6 juta. Kaget saya, naiknya tidak tanggung-tanggung,” ucap Achmad.
Keluhan serupa datang dari Desy, pengguna PAM Jaya lainnya. Ia menyoroti kualitas air yang tidak selalu baik meski menggunakan jetpump, namun tagihannya tetap naik. “Airnya jelek kadang, tapi tagihannya meningkat sampai tiga kali lipat tanpa alasan jelas,” ujar Desy.
Desy juga merasa heran karena tagihannya bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah, padahal rumahnya sering ditinggal kosong. “Kita semua nenek-kakek, ga ada orang di rumah. Tapi kenapa tagihan saya bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah?” katanya. Ia pun memohon perhatian pemerintah terkait persoalan ini. “Pemerintah tolong lah kami, Ya Allah,” tambahnya.
Upaya RRI untuk mengonfirmasi kenaikan tarif ini kepada pihak PAM Jaya belum membuahkan hasil hingga berita ini diturunkan. Dikutip dari RRI.co.id
