Teh hijau bubuk asal Jepang atau matcha kini semakin populer di kalangan anak muda, khususnya generasi Z. Rasanya yang lembut, aromanya yang khas, serta citra sebagai minuman sehat membuat matcha mudah ditemui di berbagai kafe dan gerai minuman modern.
Namun, di balik citranya yang menyehatkan, matcha bisa menjadi bumerang bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Pasalnya, matcha mengandung antioksidan tinggi, kafein, L-theanine, dan asam amino yang meski bermanfaat, juga dapat memicu efek samping tertentu.
⚖️ Manfaat dan Kandungan Matcha
Matcha mengandung zat aktif seperti katekin, yaitu antioksidan kuat yang membantu meningkatkan energi, mengurangi stres, dan memperbaiki fokus. Banyak orang memilih matcha sebagai pengganti kopi karena efeknya lebih lembut dan tidak terlalu membuat jantung berdebar.
Namun, menurut ahli gizi, kelebihan zat aktif tersebut justru bisa menimbulkan gangguan kesehatan jika tidak dikonsumsi dalam batas wajar.
⚠️ Efek Samping Matcha Jika Diminum Berlebihan
Konsumsi matcha secara berlebihan dapat memicu beberapa efek samping seperti:
- Jantung berdebar dan gelisah
- Gangguan tidur atau insomnia
- Masalah lambung (GERD)
- Sakit kepala
- Alergi kulit atau sesak napas pada sebagian orang
Selain itu, mengonsumsi matcha terlalu panas juga berisiko bagi kesehatan. Suhu tinggi dapat merusak jaringan kerongkongan dan bahkan meningkatkan risiko kanker esofagus.
🧉 Tips Aman Menikmati Matcha
Agar tetap mendapat manfaat sehat dari matcha, perhatikan takarannya:
- Batasi konsumsi hingga 2–4 gram matcha per hari.
- Hindari minum matcha saat perut kosong untuk mencegah naiknya asam lambung.
- Sebaiknya konsumsi bersama camilan atau makanan ringan agar lebih aman.
- Ingat bahwa matcha juga mengandung kafein, jadi pastikan total asupan harian tidak melebihi 400 mg untuk orang dewasa sehat.
Dikutip dari RRI.co.id
