Kabar duka menyelimuti Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, setelah salah satu dari 15 warga yang dilaporkan hilang dan diduga hanyut di Sungai Panpan, Distrik Dal, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban yang teridentifikasi bernama Yupin Pokniangge (17) ditemukan setelah terseret arus hingga puluhan kilometer dari lokasi kejadian awal. Penemuan ini menambah kesedihan di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung.
Kapolres Nduga AKBP Alfredo Rumbiak mengonfirmasi penemuan jenazah Yupin Pokniangge pada Selasa (4/11) di Ginid Bawah, setelah hanyut hingga ke Kali Kenyam. Jenazah ditemukan sekitar 40 kilometer dari titik awal kejadian di Sungai Panpan, Distrik Dal. Proses evakuasi telah dilakukan dan jenazah dibawa ke RSUD Kenyam untuk dibersihkan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu (1/11) ketika 15 warga Distrik Dal sedang menyeberangi Sungai Panpan usai bermain voli. Tiba-tiba, terjadi longsor dan banjir bandang yang menyebabkan mereka terseret arus sungai. Hingga saat ini, 14 korban lainnya masih belum ditemukan, dan tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.
Kronologi Kejadian Tragis di Sungai Panpan
Insiden memilukan ini bermula pada hari Sabtu, 1 November, di Sungai Panpan, Distrik Dal, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Sebanyak 15 warga setempat baru saja selesai bermain voli dan hendak menyeberangi sungai tersebut untuk kembali ke rumah mereka. Kondisi cuaca yang tidak menentu diduga menjadi pemicu bencana alam ini.
Saat mereka berada di tengah perjalanan menyeberangi sungai, tiba-tiba terjadi longsor di sekitar area tersebut. Longsoran tanah yang besar memicu banjir bandang yang datang secara mendadak dan dengan kekuatan yang sangat besar. Arus deras Sungai Panpan seketika menghantam dan menyeret ke-15 warga tersebut, membuat mereka hilang dalam sekejap.
Warga lain yang menyaksikan kejadian tersebut segera melaporkan kepada pihak berwenang, memicu dimulainya operasi pencarian. Namun, kondisi geografis yang sulit dan arus sungai yang deras menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat. Pencarian korban hanyut Nduga ini memerlukan koordinasi yang intensif dari berbagai pihak terkait.
Penemuan Jenazah dan Upaya Evakuasi
Setelah beberapa hari pencarian intensif, kabar mengenai penemuan salah satu korban akhirnya datang. Jenazah Yupin Pokniangge, seorang remaja berusia 17 tahun, ditemukan pada hari Selasa, 4 November. Lokasi penemuan cukup jauh dari titik awal kejadian, yaitu di Ginid Bawah, setelah jenazah hanyut hingga ke Kali Kenyam.
Kapolres Nduga AKBP Alfredo Rumbiak menjelaskan bahwa jenazah ditemukan sekitar 40 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP) di Sungai Panpan. Jarak yang sangat jauh ini menunjukkan betapa kuatnya arus sungai saat kejadian. Tim evakuasi segera bergerak cepat untuk mengangkat jenazah dari lokasi penemuan.
“Jenazah sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kenyam untuk dibersihkan sebelum diserahkan ke keluarga,” kata Kapolres Nduga AKBP Alfredo Rumbiak. Proses penyerahan kepada keluarga dilakukan setelah semua prosedur medis dan identifikasi selesai. Penemuan ini memberikan sedikit titik terang di tengah kegelapan, meskipun duka mendalam masih menyelimuti keluarga korban.
Pencarian 14 Korban Lain Terus Berlanjut
Meskipun satu korban telah ditemukan, fokus utama saat ini adalah melanjutkan pencarian terhadap 14 warga lainnya yang masih hilang. Nama-nama korban yang masih dalam pencarian meliputi Endius Gwijangge, Nendiu Gwijangge, Wutukwe Tabuni, Yepetena Gwijangge, Dilince Pokneangge, Penggison Gwijangge, dan Adince Pokneangge. Daftar ini menunjukkan bahwa banyak keluarga yang kehilangan lebih dari satu anggota keluarganya dalam insiden ini.
Selain itu, korban lain yang masih dicari adalah Atumina Pokneangge, Libi Pokneangge, ibu Kalukwe, Mesaran Wasiagge, Biniut Wasiangge, Taus Tabuni, dan anak Libi. Tim SAR gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, dan masyarakat setempat terus menyisir sepanjang aliran Sungai Panpan dan Kali Kenyam. Mereka berharap dapat menemukan korban lainnya dalam waktu dekat.
Kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan besar dalam operasi pencarian korban hanyut Nduga ini. Namun, semangat untuk menemukan semua korban tetap tinggi. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat musim hujan atau setelah terjadi longsor. Dikutip dari merdeka.com
