Pontianak – PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Kalimantan Barat menggelar pertemuan bersama para camat, Kamis (17/9). Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi untuk memperkuat sinergi dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas sekaligus mendorong kepatuhan masyarakat dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Dalam pertemuan tersebut, Jasa Raharja menyampaikan beberapa titik rawan kecelakaan lalu lintas yang terdapat di masing-masing wilayah kecamatan. Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja mengajak para camat untuk turut memberikan perhatian terhadap titik rawan tersebut serta berkolaborasi dalam upaya tindak lanjut dan pencegahan guna meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Kepala Unit Operasional dan Humas Jasa Raharja Kalimantan Barat, Made Agus Widyantara, menyampaikan bahwa pemetaan titik rawan kecelakaan merupakan salah satu langkah preventif Jasa Raharja untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki potensi kecelakaan. Hasil pemetaan tersebut kemudian disampaikan kepada pemerintah kecamatan agar dapat menjadi perhatian bersama dan ditindaklanjuti melalui kolaborasi sesuai kondisi di masing-masing wilayah.
“Kami ingin menyampaikan kepada para camat bahwa berdasarkan pemetaan yang telah dilakukan, terdapat titik-titik rawan kecelakaan di wilayah masing-masing. Harapannya, informasi ini dapat menjadi perhatian bersama dan ke depan kita bisa berkolaborasi dalam melakukan tindak lanjut sesuai dengan kondisi dan kewenangan masing-masing,” ujar Made Agus.
Selain membahas keselamatan lalu lintas, pertemuan juga membahas kondisi tunggakan pajak kendaraan bermotor di masing-masing kecamatan. Jasa Raharja mengajak para camat untuk turut mengingatkan masyarakat agar memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor, sekaligus menyampaikan peran Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas melalui Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang dibayarkan bersamaan dengan pajak kendaraan bermotor.
“Kolaborasi dengan pemerintah kecamatan sangat penting karena camat memiliki kedekatan dengan masyarakat di wilayahnya. Kami berharap sinergi ini dapat terus berjalan, baik dalam upaya menindaklanjuti titik rawan kecelakaan maupun meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban pajak kendaraan,” tambah Made Agus.
Jasa Raharja berharap sinergi bersama pemerintah kecamatan dapat terus diperkuat sebagai langkah bersama dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas dan kepatuhan masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, hasil pemetaan titik rawan kecelakaan dapat ditindaklanjuti secara optimal, sekaligus mendorong masyarakat untuk memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor dan SWDKLLJ.
