JAKARTA — Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mengalihkan sebanyak empat penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menuju Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai respons atas penutupan sementara Bandara Soetta yang terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pemerintah mengizinkan penggunaan bandara alternatif, termasuk bagi maskapai internasional seperti Singapore Airlines yang mengalihkan rutenya ke Surabaya dan Yogyakarta demi mengurai penumpukan penumpang.
Pengalihan operasional menuju bandara alternatif membuat jadwal penerbangan disesuaikan kembali dengan alokasi slot penerbangan di masing-masing bandara tujuan. Menhub menjelaskan bahwa penerbangan dari dan ke luar negeri kini diakomodasi melalui bandara alternatif agar calon penumpang tidak perlu menunggu terlalu lama, baik di negara asal maupun di Indonesia. Maskapai juga didorong untuk mempercepat proses penanganan serta pemulangan penumpang yang sempat tertahan akibat penutupan ruang udara di sekitar kawasan Soekarno-Hatta.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas calon penumpang dari Jakarta menuju bandara alternatif maupun sebaliknya, pemerintah telah menyiagakan moda transportasi lanjutan darat. Fasilitas armada bus dan kereta api disiapkan secara terintegrasi sesuai kebutuhan penumpang di lapangan. Menhub menegaskan bahwa seluruh biaya penyediaan moda transportasi lanjutan tersebut sepenuhnya ditanggung oleh PT Angkasa Pura guna menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat yang terdampak perubahan rute penerbangan. Dikutip dari RRI.co.id
