AFC, UEFA, dan Concacaf Kompak Tolak Proyek FIFA Forward Enterprise

AFC, UEFA, dan Concacaf Kompak Tolak Proyek FIFA Forward Enterprise

Jakarta — Konfederasi sepak bola Asia (AFC), Eropa (UEFA), dan Amerika Utara, Tengah, serta Karibia (Concacaf) menyampaikan penolakan terhadap proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) melalui surat terbuka kepada FIFA.

Ketiga konfederasi tersebut menilai rencana FFE yang berkaitan dengan penjualan saham komersial hak penyelenggaraan Piala Dunia kepada pihak swasta dapat mengancam integritas dan independensi turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.

Dalam surat bersama yang disampaikan pada Senin (10/8/2026), AFC, UEFA, dan Concacaf menegaskan bahwa sepak bola harus tetap berada dalam kendali para pemain, suporter, klub, asosiasi anggota, serta institusi yang memiliki tanggung jawab menjaga masa depan olahraga tersebut.

Meski FIFA telah membatalkan rencana proyek FFE, ketiga konfederasi menilai persoalan tersebut belum sepenuhnya selesai. Mereka menyoroti aspek tata kelola dan kepemimpinan FIFA di bawah Presiden Gianni Infantino.

AFC, UEFA, dan Concacaf menilai kontroversi FFE bukan hanya persoalan komunikasi, melainkan berkaitan dengan proses pengambilan keputusan di dalam organisasi. Mereka mempertanyakan transparansi FIFA dalam merancang proyek tersebut tanpa melibatkan seluruh pihak terkait.

Sebelumnya, FIFA mengumumkan proyek FFE pada 28 Juli 2026, namun rencana tersebut mendapat penolakan dari berbagai pihak hingga akhirnya dibatalkan beberapa hari kemudian.

Ketiga konfederasi berharap FIFA dapat memperkuat prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan persatuan dalam menjalankan organisasi sepak bola dunia. Mereka menegaskan kepemimpinan FIFA harus berorientasi pada pelayanan terhadap sepak bola, bukan pengendalian terhadap olahraga tersebut.