JAKARTA – Gelandang sekaligus kapten Timnas Australia, Jackson Irvine, mengaku kecewa berat setelah negaranya tersingkir secara tragis dari Piala Dunia 2026. The Socceroos harus angkat koper di babak 32 besar usai kalah dramatis lewat adu penalti dengan skor 2-4 melawan Mesir, setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Irvine mengungkapkan bahwa kekalahan melalui babak tos-tosan selalu menyakitkan, namun ia tetap mengapresiasi keteguhan hati para algojo penalti Australia yang sudah berani maju mengambil tanggung jawab besar tersebut.
Dalam laga sengit itu, Australia sebenarnya sempat tertinggal lebih dulu akibat gol pemain Mesir, Emam Ashour, sebelum akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 berkat gol bunuh diri Mohamed Hany. Namun di babak adu penalti, keberuntungan tidak berpihak pada skuad asuhan Tony Popovic setelah dua penendang mereka, Harry Souttar dan Lucas Harrington, gagal mengeksekusi tugasnya dengan sempurna. Jackson Irvine pun langsung pasang badan dan berharap publik tidak menjadikan kedua pemain tersebut sebagai kambing hitam atas kegagalan ini, melainkan tetap memberikan dukungan penuh.
Kekalahan menyakitkan dari Mesir ini sekaligus memperpanjang kutukan The Socceroos yang selalu kesulitan mengemas kemenangan di fase gugur pesta sepak bola dunia. Hasil minor di Piala Dunia 2026 ini mengulangi memori kelam Australia pada edisi 2006 saat didepak Italia (1-2) dan edisi 2022 ketika dijegal Argentina (1-2). Di sisi lain, kemenangan dramatis ini resmi mengantarkan Mesir melaju ke babak 16 besar untuk menantang sang juara bertahan, Argentina, pada Selasa (7/7/2026) mendatang. Dikutip dari Antaranews.com
