Gandeng Kemenpan RB, BPOM Siapkan Strategi Inovatif untuk Genjot Mutu Pelayanan

Gandeng Kemenpan RB, BPOM Siapkan Strategi Inovatif untuk Genjot Mutu Pelayanan

JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, melakukan audiensi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) pada Rabu, 1 Juli 2026. Pertemuan ini berfokus pada penguatan mutu layanan publik BPOM di berbagai daerah melalui perluasan jangkauan Mal Pelayanan Publik (MPP) serta pembahasan isu strategis terkait penataan organisasi dan sumber daya manusia (SDM). Selain itu, BPOM menegaskan komitmennya dalam mengawal sejumlah kebijakan prioritas Presiden RI, mulai dari tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, layanan Apotek Desa, hingga dukungan pengadaan barang dan jasa pada Program Tiga Juta Rumah.

Hingga Juni 2026, BPOM tercatat telah mengintegrasikan layanannya di 141 MPP, atau sekitar 45,04 persen dari total 313 MPP yang resmi beroperasi di bawah naungan Kementerian PANRB. Untuk menyiasati keterbatasan loket fisik di daerah, BPOM menggandeng Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta mengembangkan inovasi digital penunjang. Salah satu inovasi sukses yang disoroti adalah sistem SMART LAURA buatan BBPOM Palangka Raya yang memanfaatkan Doorbell dan CCTV interaktif. Inovasi tangguh ini bahkan telah direplikasi oleh BBPOM Banda Aceh di MPP Kabupaten Langsa dan terbukti tetap mampu melayani masyarakat dengan optimal secara dua arah meskipun saat dilanda bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.

Menteri PANRB, Rini Widyantini, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen dan gerak cepat BPOM dalam mengimplementasikan butir-butir nota kesepahaman (MoU) pelayanan publik terpadu tersebut. Pihaknya optimistis kerja sama yang solid antara BPOM dan DPMPTSP di seluruh wilayah Indonesia akan menciptakan ekosistem birokrasi yang jauh lebih responsif, adaptif, dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Melalui penguatan fasilitas fisik dan terobosan teknologi yang disiapkan di setiap unit pelaksana teknis, jaminan keamanan serta mutu layanan obat dan makanan di tanah air diharapkan dapat berjalan semakin prima dan merata. Dikutip dari RRI.co.id