Palangka Raya – Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (BOS) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dan sejumlah pihak terkait kembali melepasliarkan lima orangutan ke habitat alami di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR). Kelima orangutan tersebut, yakni Himba, Lykke, Farida, Nett, dan Semeru, sebelumnya menjalani proses rehabilitasi panjang hingga dinyatakan siap kembali hidup mandiri di alam liar.
Ketua Pengurus Yayasan BOS Jamartin Sihite mengatakan pelepasliaran orangutan ini merupakan awal dari kehidupan baru mereka di hutan Kalimantan. Kelima satwa yang terdiri dari tiga betina dan dua jantan itu memiliki kisah perjuangan masing-masing, seperti Himba yang pernah mengalami luka bakar saat kecil dan menjalani rehabilitasi selama 14 tahun, serta Lykke yang telah menjalani rehabilitasi hampir 22 tahun hingga mampu beradaptasi dengan baik di alam.
Kepala BKSDA Kalimantan Tengah Andi Muhammad Kadhafi menyampaikan bahwa pelepasliaran orangutan menjadi bagian penting dalam upaya konservasi dan pemulihan ekosistem hutan. Sementara itu, pihak TNBBBR menilai keberadaan orangutan di habitat alami memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan hutan tropis. Program pelepasliaran ini menjadi salah satu langkah berkelanjutan untuk menjaga kelestarian orangutan dan keanekaragaman hayati Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com
