Dipicu Cuaca Ekstrem, Karhutla di Riau Kembali Meluas

Dipicu Cuaca Ekstrem, Karhutla di Riau Kembali Meluas

Jakarta – Kondisi cuaca yang semakin kering di Pulau Sumatra memicu lonjakan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah Provinsi Riau. Merespons situasi darurat ini, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra bergerak cepat mengintensifkan operasi pemadaman di sejumlah titik api. Hingga Sabtu (30/5/2026), tim gabungan Manggala Agni terus berjibaku mengendalikan amukan api di tiga wilayah terdampak parah, yaitu Kabupaten Siak, Rokan Hilir, dan lahan gambut di Kabupaten Pelalawan.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan bahwa operasi pemadaman darat di Desa Pecing Bekulo (Siak) dan Desa Pasir Limau Kapas (Rokan Hilir) telah berlangsung sejak momen Iduladha, 27 Mei lalu. Petugas di lapangan harus menghadapi medan berat dan melakukan penyekatan intensif agar api tidak meluas ke kawasan gambut yang rawan. Untuk mempercepat proses lokalisasi api, tim Manggala Agni Daops Sumatra juga mendapatkan dukungan penuh fasilitas water bombing dari Satgas Udara.

Ancaman karhutla Riau kali ini diperparah oleh data BMKG yang menunjukkan indikator vegetasi permukaan dalam kategori sangat kering dan ekstrem mudah terbakar. Ferdian mengimbau keras agar masyarakat sama sekali tidak membuka lahan dengan cara membakar di tengah cuaca ekstrem ini serta segera melaporkan titik api baru. Antisipasi cepat dan sinergi dari seluruh elemen dinilai menjadi kunci utama agar bencana kabut asap tahunan tidak kembali melanda wilayah Sumatra. Dikutip dari RRI.co.id